PENGUNJUNG YANG BAIK SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ATAU HUBUNGI kurdi78@gmail.com

Senin, 18 Juli 2011

Ciri-ciri Metode Diskusi

Soetomo (1993: 153) menyebutkan bahwa “metode diskusi merupakan suatu metode pengajaran yang mana guru memberikan suatu persoalan (masalah) kepada murid, dan para murid diberi kesempatan secara bersama-sama untuk meme-cahkan masalah itu dengan teman-temannya”. Dalam kelompok diskusi siswa saling tukar informasi tentang permasalahan yang sedang dibahas. Perbedaan pendapat sering terjadi. Semakin banyak yang beda pendapat, maka keadaan diskusi akan semakin hidup.
Slameto (1991: 101) menyebutkan bahwa “diskusi kelompok ialah per-cakapan yang direncanakan atau dipersiapkan di antara tiga orang siswa atau lebih tentang topik tertentu dengan seorang pemimpin”. Percakapan diartikan sebagai adanya pendapat dari masing-masing anggota kelompok dalam ikut memberikan alternatif pemecahan masalah sesuai dengan pikirannya masing-masing.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat dirumuskan bahwa metode diskusi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.Terdiri dari beberapa orang, bisa lebih dari tiga orang.
b.Ada permasalahan yang sedang dicarikan solusi pemecahannya.
c.Ada yang menjadi pemimpin.
d.Ada proses tukar pendapat atau informasi.
e.Menghasilkan rumusan alternatif pemecahan masalah yang sedang dibahas.
Dengan melaksanakan metode diskusi yang dilaksanakan dengan benar, maka suasana kelas akan menjadi semakin hidup. Aktifitas setiap siswa dalam kelompok akan semakin kelihatan. Diharapkan semua siswa berperan serta secara aktif dalam menyampaikan pendapatnya. Dapat menerima pendapat dari anggota kelompok yang mempunyai pendapat berbeda juga mewarnai kehidupan diskusi. Semakin banyak yang berpendapat, maka kegiatan diskusi semakin baik. Dalam diskusi, peran guru hanya sebagai pengatur lalu lintas dan penunjuk jalan dalam pelaksanaan diskusi. Pemecahan masalah diserahkan kepada semua siswa.
Selain berperan mengatur jalannya diskusi, guru juga berperan untuk memberi bimbingan kepada kelompok yang merasa menemukan kebuntuan dalam pelaksanaan diskusi. Sehingga anggota kelompok tersebut dapat menemukan kem-bali arah tujuan dari permasalahan yang akan dicarikan solusi pemecahannya. Guru juga dapat menjadi penengah apabila kegiatan diskusi tidak dapat menentukan kesimpulan karena adanya beberapa pendapat yang memiliki alasan yang sangat kuat. Dalam kondisi seperti ini, peran guru sangat diperlukan agar suasana diskusi dapat kembali seperti semula.
Hal-hal yang dapat dilakukan guru agar pelaksanaan diskusi dapat ber-jalan dengan baik, antara lain:
a.Menjelaskan kembali apa yang menjadi pokok permasalahan apabila terjadi penyimpangan dalam pembicaraan.
b.Menunjukkan aspek penting yang menjadi pembahasan.
c.Merumuskan kembali pertanyaan atau jawaban siswa agar semakin memperjelas pendapat atau pertanyaan yang kurang dimengerti oleh siswa yang lain.
d.Memberikan bimbingan apabila terjadi kebuntuan dalam proses diskusi.
e.Menyimpulkan semua yang telah dikemukakan siswa, serta menunjukkan alter-natif pemecahan masalah yang paling tepat.
f.Menjadi penengah manakala terjadi perdebatan yang tidak segera dapat disele-saikan diantara siswa.
Apabila hal-hal di atas dapat dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan dis-kusi, maka kegiatan diskusi akan dapat mencapai suatu penyelesaian masalah sesuai dengan yang diharapkan.
Agar pelaksanaan diskusi dapat berjalan dengan baik, maka guru harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.Menentukan masalah (topik) yang dapat dijangkau oleh taraf berfikir siswa.
b.Mengemukakan masalah dengan memberi penjelasan cara-cara pemecahannya, dan menjelaskan hasil apa yang ingin dicapai dalam diskusi.
c.Dalam pembentukan kelompok hendaknya diperhatikan kemampuan masing-masing siswa.
d.Menjelaskan tentang aturan-aturan yang digunakan dalam kegiatan diskusi.
e.Diupayakan agar guru dapat menumbuhkan ide-ide yang baik dari siswa.
f.Masing-masing siswa harus mencatat hasil diskusi dan menyerahkan kepada guru.
Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diskusi baik digunakan apabila:
a.Guru ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan kemam-puan masing-masing.
b.Guru ingin mengungkapkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh siswa.
c.Ingin melatih siswa untuk mengungkapkan ide-ide secara langsung.
d.Ingin membantu siswa dalam menilai kemampuan diri sendiri dan teman-temannya.
e.Ingin memberikan motivasi kepada anak untuk belajar lebih lanjut.
Sebagaimana metode mengajar yang lain, metode diskusi juga memiliki berbagai kebaikan dan kelemahan. Karena tidak ada metode yang dapat digunakan untuk menyampaikan semua materi pelajaran secara tepat. Sesuai dengan karak-teristiknya, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan metode diskusi:
a.Anak diberi kesempatan untuk mengemukakan pikirannya atau ide-idenya serta mempertahankan dengan argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
b.Dalam diskusi setiap anak diberi kesempatan untuk menyumbangkan gagasannya terhadap masalah yang dihadapi.
c.Dapat mengembangkan berfikir kritis, kreatif dan aktif.
d.Mengembangkan sikap menghormati terhadap pendapat orang lain yang tidak sesuai dengan pendapatnya.
e.Anak dapat mengembangkan taraf berfikir yang lebih tinggi.
Kelemahan metode diskusi:
a.Sering terlalu banyak menyita waktu.
b.Pembicaraan sering ke luar dari masalah yang sedang dibahas, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
c.Jika kemampuan tidak merata, maka kegiatan diskusi sering didominasi oleh beberapa anak saja, sedangkan yang lain hanya sebagai pendengar saja.
Dengan berbagai kekurangan metode diskusi tersebut diharapkan setiap guru yang menggunakan metode ini dapat memaksimalkan kelebihan yang ada dan meminimalisasi kekurangannya agar tujuan diskusi dapat dicapai dengan baik.
Dalam penelitian ini pelaksanaan kegiatan diskusi dilakukan oleh kelompok-kelompok. Keberhasilan diskusi tidak hanya diukur dari kebenaran tentang materi jawaban dalam memberikan alternatif pemecahan masalah, tetapi lebih ditekankan pada kegiatan atau partisipasi yang dilakukan oleh setiap individu dalam kelompok diskusi. Agar siswa dapat secara aktif ikut berpartisipasi dalam kegiatan diskusi, maka dia harus memiliki ketrampilan untuk bekerjasama dengan teman anggota kelompoknya. Ketrampilan kerja sama siswa dalam kelompok dapat dirumuskan dengan indikator sebagai berikut :
a.Menghargai kesepakatan
b.Berpartisipasi secara aktif
c.Memberikan penghargaan dengan menunjukkan simpati
d.Menerima tanggung jawab
e.Mendorong partisipasi
f.Membuat ringkasan dan kesimpulan

0 komentar:

Poskan Komentar