PENGUNJUNG YANG BAIK SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR

Speaking Teknik Jigsaw

Pengalaman mengajar menggunakan teknik ‘Jigsaw’ ini bisa membangkitkan motivasi siswa untuk berani berbicara tanpa ada rasa keterpaksaan. Mengenai apa dan bagaimana teknk ‘jigsaw’ akan dibahas pada Bab 2.
Speaking Teknik Jigsaw Pada saat pembelajaran speaking dengan tema ‘Rural Life’, saya mengambil satu cerita tentang kegiatan di pedesaan karena cerita ini saya anggap cukup menarik untuk kegiatan pembelajaran.
Kelas saya bagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri atas 5 sampai 6 orang. Masing-masing kelompok terdapat Expert 1 (Ahli 1), Expert 2 (Ahli 2), expert 3 (Ahli 3), dan expert 4 (Ahli 4), adapun sisa siswa dalam kelompok saya jadikan speaker (pembicara). Setelah terbentuk ‘expert’, pada Speaking Teknik Jigsaw saya membagikan teks yang berbeda untuk dipelajari. Mereka mencoba memahami isi teks tersebut. Perlu diketahui bahwa teks yang dibagikan pada kelompok ‘expert’ disesuaikan dengan level siswa. Bila tidak memungkinkan, saya mengambil penggalan-penggalan teks berupa paragraf. Masing-masing paragraf saya beri angka, seperti: paragraf 1, paragraf 2 dan seterusnya, atau bisa pula teks 1, teks 2. Kelompok expert 1 saya beri teks 1, expert
2 teks 2 dan seterusnya. Kelompok expert berdiskusi untuk mencoba memahami isi teks tersebut dalam waktu yang tidak terlalu lama yakni 15 menit. Setelah memahami isi teks/ paragraf kelompok expert kembali ke kelompok asal (Home group) untuk menularkan atau menginformasikan isi dari teks tersebut kepada anggota kelompok lain. Pengimbasan informasi memakan waktu beberapa menit. Kemudian saya menyuruh ‘speaker’ dari satu kelompok untuk menceriterakan kembali informasi yang diperoleh dari masing-masing expert didepan kelas. Pada saat ‘Speaker’ menemui kesulitan, tidak menutup kemungkinan para expert lain dalam kelompoknya membantu. Begitu seterusnya dilakukan oleh kelompok lain secara bergantian sampai semua memahami isi cerita secara menyeluruh.
Untuk mengecek sejauh mana pemahaman siswa tehadap isi cerita itu saya memberikan beberapa pertanyaan menggunakan ‘Wh-questions’ secara individu. Untuk hasil akhir saya menyuruh mereka menceriterakan kembali dengan menggunakan kata-kata mereka sendiri secara tertulis. Saya katakan pada mereka bahwa jika memungkinkan mereka bisa menambahkan gambar tokoh yang mengesankan mereka Siswa melakukannya secara berkelompok walaupun apabila dilakukan secara individu masih memungkinkan. Alasan saya hanya untuk menghemat waktu saja. Silakan Anda mencoba teknik ‘Jigsaw’ ini. Selamat mencoba! pembelajaran Speaking Teknik Jigsaw

1 komentar:

rusmini noor mengatakan...

nice! sy akan coba di kelas. pasti!

Poskan Komentar